Tampilkan postingan dengan label Petrology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petrology. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Batuan Metamorf (Metamorphyic Rocks)

What's up ya??

   Postingan kali ini masih tentang batuan, dan kali ini saatnya untuk membahas tentang batuan metamorf. Seperti biasa kita perlu membahas dari yang paling sederhana yaitu dari pengertiannya dulu, oke langsung aja...


A. Pengertian Batuan Metamorf
   Metamorf berasal dari kata Meta dan Morphy, Meta adalah lain sedangkan Morphy itu bentuk, jadi metamorphyic adalah batuan yang telah berubah susunan mineralnya.


B. Jenis Batuan Metamorf

    1. Metamorfosa Thermal (metamorfik sentuh) ---> temperatur menjadi faktor utama dibandingkan tekanan.
  • Pyrometamorfosa: temperatur sangat tinggi
  • Pneumatolisa: gas dari magama yang baru naik mampu mengubah batuan yang disentuhnya
     2. Metamorfosa Dynamo (Regional Metamorphyic) ---> tekanan menjadi faktor penentu utama, yang umumnya berarah, dan terdapat di bagian atas kerak bumi.


C. Daerah Metamorfosa Regional

      1. Epi-zone: ditandai adanya serpih, phyllite, dan gneiss yang kaya mineral ALBIT.

      2. Meso-zone: umumnya terdapat skiss dan gneiss dari aluminium dan silisium dan skiss-skiss mika seperti: Biotit dan Muskovit. 
Mineral khas di daerah meso-zone adalah: Granit, Staurolit, dan Kyanit.
Temperatur memegang peranan penting dalam meso-zone.

      3. Kata-zone: Memiliki temperatur dan tekanan sangat tinggi.
   Tekanan ---> hidrostatis ---> terjadi rekristalisasi menyeluruh dengan schistositet tidak nyata.
Contoh batuan: Granit, Eklogit, dan Augen Gneiss.

   Gneiss ---> Schist ---> Mineral Feldspar (Migmatit)
Migmatit = Gneiss + magma ganit


D. Tekstur Batuan Metamorf

  1. Kristaloblastik: Terbentuk kristal yang bagus saat rekristalisasi
  2. Xenoblastik: terbentuk kristal-kristal yang sangat halus
  3. Granoblastik: Terbentuk Kristal-kristal yang halus
  4. Idioblastik: terbentuk kristal-kristal besar dan matrik

E. Struktur Batuan Metamorf

  1. foliasi: tersusun atas lapisan-lapisan tipis mineral, dapat berupa mineral kasar atau sangat halus. Contohnya: Slate, Schist, Gneiss, Magmatit
  2. Non-Foliasi: tersusun oleh mineral-mineral yang tidak mempunyai arah tertentu. Contohnya: Naculose, Hronfelsik, dan Granule.

F. Ciri-ciri Batuan Metamorf

  1. Tekstur: kristalin, dengan bentuk sisik, batang, atau lembaran
  2. Struktur: Foliasi, non foliasi, masif
  3. Mineral karakteristik: kuarsa, feldspar, mika, amfibol, piroksin, kalsit, dolomit, turmalit, dan magnetit.
  4. MIneral indikator: klorit, serpentin, granat, staurolit, epidot, kyanit, talk, grafit, analusit, silimenit, glaukopan, kardierit, walastonit, tremilit, dan antrofilit.
  5. Umumnya mineral berat dan masif
  6. Tidak ada fosil, kalau pun ada sulit dikenali lagi
  7. Banyak dijumpai sebagai inti pegunungan lipatan, ada batuan sedimen, dan zona kontak dengan intrusi.

G. Pemanfaatan Batuan Metamorf

  1. Phyllite: digunakan untuk bahan bangunan, sumber unsur hara dan bahan tambang. Tapi di Indonesia keterdapatannya belum banyak dilaporkan.
  2. Mika Schist: digunakan untuk sumber unsur hara K. Di Indonesia banyak di jumpai pada pulau-pulau berumur geologi tua.
  3. Gneiss: untuk bahan bangunan. Di Indonesia jarang di jumpai.
  4. Amphibol: untuk bahan bangunan, sumber unsur hara K, Ca, dan Mg. Di Indonesia banyak dijumpai di Sulawesi.
  5. Marmer: digunakan untuk bahan bangunan. Di Indonesia banyak dijumpai di pegunungan kapur di Tulungagung, Blitar, Malang Selatan, padalarang, dll

Selasa, 10 Mei 2016

Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)

Ok guys what's up ya??

   Saya nulis ini postingan sambil dengerin lagu kimi no koe dari ai kawashima, walaupun saya gak lagi galau tapi suka aja sama lirik dan lagunya. Kalau gak percaya coba aja dengerin di kutub, eh youtube ding :P

Let's goin' in.... sebenarnya apa sih batuan sedimen itu??? *tuing tuing tuing* sumpah aku aja pusing bikin kata-katanya.

A. Pengertian Batuan Sedimen
   Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat pengendapan bahan rombakan batuan hasil denudasi-desintegrasi-reaksi kimia-ataupun hasil kegiatan organisme, yang mengalami sementasi, kompaksi, atau lithifikasi.


B. Klasifikasi Batuan Sedimen

   1. Berdasarkan cara terjadinya

a. Sedimen Mekanis
   Terbentuk sebagai hasil hancuran batuan yang lebih tua, tererosi dan terendapkan sehingga menjadi keras oleh sebab tertentu, seperti: tekanan atau pengikatan oleh asam kiesel, kapur, besi, atau yang lainnya.
contohnya:
  • Berbutir kasar -----> Conglomerat dan Breccia
  • Berbutir sedang ----> Sandstone
  • Berbutir Halus -----> Claystone
b. Sedimen Vulkanis
   Terbentuk dari produk letusan gunung berapi, berupa: abu vulkanik, pasir vulkanik, bom, dan lapilli.
  • Bom: pecahan lava yang terlempar ke atas dan jatuh berukuran besar, berbentuk relatif membulat.
  • Lapilli: kerak lava yang terlempar dan jatuh seukuran biji kacang tanah.
  • Abu vulkanik: bahan berupa glass yang berukuran sangat halus dan mengandung banyak mineral, contohnya: tuff.
c. Sedimen Khemis
   Terbentuk akibat kristalisasi larutan atau pengendapan bahan-bahan kolodial.
Contohnya: gypsum, Batugaram, SiO2 (batu api, opal, hoorsteen), dan carbonate

d. Sedimen Organis
   Terbentuk akibat pengendapan dari tumbuh-tumbuhan atau hewan, dapat berupa bahan anorganik (batugamping), maupun bahan organik (batubara dan minyak bumi).

   2. Berdasarkan Genesis 

a. Sedimen Klastis (Exogenic Sediment)
   Terbentuk akibat pengendapan kembali detritus atau pecahan-pecahan batuan asal, dapat berupa batuan beku, sedimen, atau metamorf.

b. Sedimen Non Klastis (Endogenic Sediment)
   Terbentuk bagai hasil reaksi kimia (presipitasi, segregasi, dan metamorfisma), atau akibat hasil kegiatan organisme.


C. Lingkungan Mineral Sedimen
  1. Resistat: mineral tahan lapuk (kuarsa)
  2. Hydrolisat: berbeda komposisi kimia dan mineralogi
  3. Oxidat: besi dan mangan oksida
  4. Reduzat:  sedimentasi sulfida (sulfur, siderit)
  5. Presipitat: dolomit, calsit
  6. Evaporit: CaSO4, NaCl, MgCl, KCl

Sabtu, 07 Mei 2016

Batuan Beku (Igneous Rock)

Hi what's up??
itulah dia sapaan khas dari saya, hahaha....

   oke kali ini kita akan membahas mengenai salah satu jenis batuan yaitu batuan beku atau igneous rock.
Pertanyaan mendasarnya adalah apa sih batuan itu?? bagaimana terbentuknya?? apa manfaatnya?? dimana lokasi terbentuknya?? dan apa-apa yang lainnya....


A. PENGERTIAN DAN PROSES TERJADINYA BATUAN BEKU

   Batuan itu sendiri adalah material alam yang tersusun dari agregat mineral baik yang terkonsolidasi maupun yang tidak terkonsolidasi yang merupakan penyusun utama kerak bumi serta terbentuk sebagai hasil proses alam.
Batuan beku terbentuk akibat dari kristalisasi magma, dimulai dari fase cair (melt) ---> fase padat ---> menghasilkan kristal-kristal mineral primer atau gelas.


   Waktu dan energi kristalisasi pada proses pembekuan akan mempengaruhi tekstur maupun struktur batuan beku. Jika pendinginan berlangsung secara cepat maka kristal tidak sempat terbentuk dan cairan magma akan membeku menjadi gelas. Sementara apabila energi dan waktu pembentukan kristal cukup maka akan terbentuk kristal ukuran besar.


B. TEKSTUR BATUAN BEKU

   1. Tekstur Faneritis
Yaitu batuan beku dalam (intrusif/plutonik) dimana proses pendinginannya lambat sehingga ukuran kristalnya besar.
 
   2. Tekstur Porfir
Yaitu batuan beku Gang (hypo abisik) dimana proses pendinginan agak cepat sehingga membentuk kristal halus yang bercampur kristal kasar *mungkin boleh dibilang sedang kali ya* tapi maksudnya adalah kristal mineralnya yang berukuran kasar (fenokrist) pada massa dasar (Groundmass) yang halus.
   Batuan porfir terbentuk ketika mineral tertentu mulai mengkristal dan berkembang menjadi besar sebelum mineral lainnya mengkristal.

   3. Tekstur Afanitis 
Yaitu batuan beku luar (ekstrusif/vulkanik) dimana proses pendinginannya berlangsung dalam waktu yang cepat sehingga umumnya kristal yang terbentuk halus bahkan kadang sulit dilihat dengan mata telanjang.

Ukuran kristal:
  • <1 :="" halus="" li="" mm="" nbsp="">
  • 1-5 mm  : sedang
  • >5 mm   : kasar


C. STRUKTUR BATUAN BEKU
    Struktur batuan adalah kenampakan hubungan antara bagian-bagian batuan yang berbeda.

a. Struktur Holohyalin (amorf/gelas) : terbentuk di luar atau batuan beku luar
b. Struktur Porfir (fenokrist sebagai mineral utamanya): terbentuk di celah-celah atau batuan beku gang
c. Struktur Holokristalin: batuan beku yang terbentuk atas mineral dengan kristal sempurna atau seluruhnya    berupa kristalin atau batuan beku dalam

Struktur batuan beku yang sering dijumpai:
  1. Masif: jika batuan pejal tanpa retakan atau lubang gas
  2. Skoria: jika lubang gas yang terbentuk tidak saling berhubungan
  3. Vesikuler: jika terdapat lubang gas
  4. Pumice: jika lubang gas yang terbentuk saling berhubungan, biasanya dari lava yang kaya akan silikat
  5. Aliran: jika ada kenampakan aliran pada orientasi lubang gas
  6. Amigdaloidal: jika lubang gas terisi oleh mineral sekunder